Home / berita umum / Setya Novanto Bersaksi Di Pengadilan Tipikor Jakarta

Setya Novanto Bersaksi Di Pengadilan Tipikor Jakarta

Setya Novanto Bersaksi Di Pengadilan Tipikor Jakarta – Dua terdakwa dalam masalah sangkaan korupsi pengadaan Kartu Sinyal Masyarakat berbasiskan elektronik (e-KTP), Irman serta Sugiharto, menyanggah info Ketua DPR RI Setya Novanto yang bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Satu diantaranya berkaitan pertemuan ke-2 terdakwa dengan Setya Novanto yang mengulas proyek e-KTP.

” Saya masihlah berdasar pada BAP saya. Seingat saya, kami pernah berjumpa Pak Setya Novanto sejumlah tiga kali, ” tutur Irman pada majelis hakim.

(Baca : Setya Novanto Akui Golkar Turut Mendorong Proyek E-KTP)

Dalam persidangan, Setya Novanto mengakui tak mengetahui ke-2 terdakwa. Ia cuma mengingat kalau ia pernah berjumpa satu kali dengan Irman.

Pertemuan itu berlangsung pada 2015, waktu ia serta sebagian menteri lakukan kunjungan kerja di Jambi. Waktu itu, menurut Novanto, Irman menjabat sebagai Pelaksana Pekerjaan Gubernur.

Diakhir persidangan, majelis hakim memberi peluang untuk Irman serta Sugiharto untuk menyikapi info Novanto. Menurut Irman, ia pernah tiga kali berjumpa Novanto.

Pertemuan pertama berlangsung pada Februari 2010 di Hotel Grand Melia, Jakarta. Menurut Irman, pertemuan itu di hadiri Novanto, entrepreneur Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, serta terdakwa Sugiharto.

Pertemuan itu dibenarkan Sugiharto.

Lalu, pertemuan ke-2 berlangsung di ruangan Ketua Fraksi Partai Golkar di lantai 12 Gedung DPR RI. Pertemuan itu di hadiri juga oleh Andi Narogong sebagai entrepreneur pelaksana proyek e-KTP.

Sesaat, menurut Irman, pertemuan ketiga berlangsung di Jambi, pas seperti yang disebutkan oleh Novanto dalam persidangan.

Walau sekian, Novanto tetaplah pada keterangannya kalau ia cuma pernah berjumpa satu kali dengan Irman.

” Saya tetaplah pada pendirian serta BAP saya dibawah sumpah, ” kata Novanto.

Dalam masalah e-KTP, sistem kesepakatan aturan di DPR dimaksud dikendalikan oleh sebagian pimpinan fraksi.

(Baca : Setya Novanto Bantah Ikut serta Korupsi E-KTP)

Dua salah satunya yaitu Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto serta Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Keduanya dimaksud mengoordinasikan tiap-tiap pimpinan fraksi untuk menyepakati aturan e-KTP sebesar Rp 5, 9 triliun.

Waktu itu, perolehan kursi anggota DPR yang paling besar yaitu Demokrat serta Partai Golkar.

About admin

Agen Sbobet