Modern technology gives us many things.

Bubur Jamu Coro Khas Demak Masih Digemari Hingga Kini

Bubur Jamu Coro Khas Demak Masih Digemari Hingga Kini – Di jaman serba instan ini, anak-anak serta orang dewasa rata-rata suka pada masakan dengan varian baru. Bahkan melahap junk food serta lebih dari satu type makanan asal luar negeri sering jadi gengsi sendiri.

Tetapi, beda perihal apabila Anda datang ke Kota Demak di Jawa Tengah. Dapat di pastikan tiap-tiap pagi pada jam 05. 30 sampai 08. 00 atau sore jam 15. 00 hingga 17. 00 WIB, juga akan banyak anak-anak serta orang dewasa yang berniat berdiri di muka tempat tinggal mereka. Menanti beberapa penjual bubur jamu coro ciri khas Demak yang rata rata mengendarai sepeda butut.

Seperti yang didapati Kompas. com di selama jalan Desa Karangsari, Wonowoso, Rejosari, Wonoagung sampai Tambakbulusan yang masuk lokasi Kecamatan Karangtengah Demak. Beberapa pengagum setia jamu coro juga akan segera bergegas hampiri misalnya tampak ibu-ibu tua bersepeda ontel butut dengan jun atau gentong kecil (wadah air yang terbuat dari tanah liat) nongkrong di boncengan.

Dengan sepeda bututnya itu, beberapa penjual jamu coro yang sebagian besar warga Desa Rejosari menjual masakan jadul itu ke desa tetangga, perumahan serta ke Kota Demak.

Menurut Suwidi (48) yang disebut tokoh orang-orang di Desa Rejosari, beberapa penjual bubur jamu coro nyaris di pastikan merupakan wanita berumur paruh baya. Di tempatnya, beberapa penjual serta pembuat bubur jamu coro rata-rata telah berumur 40 th. ke atas.

” Paling sekitaran 25-an orang yang masih tetap bertahan buat bubur jamu coro. Golongan mudanya gengsi untuk nguri-uri. Walau sebenarnya konsumennya banyak, ” kata Suwidi pada KompasTravel, Sabtu (26/8/2017)