Modern technology gives us many things.

2 Orang Dihukum 19 Tahun Penjara Karena Kecelakaan Ambulans

2 Orang Dihukum 19 Tahun Penjara Karena Kecelakaan Ambulans – Dua terdakwa masalah sangkaan pembunuhan dengan modus menabrakkan mobil ambulans pada dua korban sampai meninggal dijatuhi hukuman 19 tahun penjara. Pembunuhan berbalut kecelakaan itu berlangsung di Jalan Sawahan Dalam, Padang Timur, Padang, Sumatera Barat pada Senin (10/9/2018).

“Mengatakan terdakwa dapat dibuktikan dengan resmi serta memberikan keyakinan bersalah, serta dijatuhi hukuman penjara sepanjang 19 tahun,” kata majelis hakim Pengadilan Padang yang diketuai Gustiarso, di Padang, seperti dikutip Di antara, Kamis (4/7/2019).

Ke-2 terdakwa itu ialah Alex Kendedes serta Afriadi, yang divonis melanggar tuduhan kesatu primer dari jaksa penuntut umum (JPU), yakni Masalah 340 KUHP juncto Masalah 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sedang satu terduga yang lain, yakni Gusrizal, dijatuhi hukuman penjara sepanjang 8 tahun sebab dapat dibuktikan melanggar masalah yang sama, yakni 340 KUHP, tetapi di-juncto-kan ke Masalah 56 ayat (1) KUHP.

“Ketidaksamaan kedua-duanya ialah dibagian peranan, dua terdakwa berlaku jadi aktor penting sedang Gusrizal ikut menolong,” kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejari Padang Suci Lestari Asral.

Berkaitan keputusan itu jaksa mengatakan sikap pikir-pikir, apa akan ajukan banding atau terima isi keputusan pengadilan. Sikap yang juga sama dikatakan faksi terdakwa yang sidangnya dibarengi penasihat hukum Ardisal.

“Kami pikir-pikir dalam tempo tujuh hari ke depan,” tuturnya.

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim itu berlainan dengan tuntutan jaksa awalnya. Ke-2 terdakwa awalnya saling dituntut jaksa dengan hukuman penjara sepanjang 15 tahun, sesaat Gusrizal dituntut sepanjang 7 tahun.

Selesai sidang satu diantara orangtua korban terlihat menangis serta langsung menyalami majelis hakim. Hakim ketua yang merasakan insiden itu berupaya menentramkan keluarga korban supaya kondisi selesai sidang masih aman.

Masalah itu bermula dari konflik di antara beberapa terduga serta ke-2 korban, yakni Hidayat (33) serta Royal (19), di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Kemudian, beberapa terdakwa pergi keluar RSUP M Djamil Padang memakai ambulans.

Cuma, saat sampai di Jalan Sawahan, terdengar bentrokan dari arah belakang mobil ambulans sebab dipukul oleh korban yang berboncengan dengan sepeda motor.

Kemudian, korban berupaya menyusul mobil ambulans untuk melarikan diri.

Terduga, yang emosi lihat kaca mobilnya pecah, langsung memburu serta menabrak korban memakai ambulans di Jalan Sawahan Dalam III dengan kecepatan kurang-lebih 70 km. /jam.

Terdakwa sempat juga memukul korban memakai kayu dan linggis sampai nyawa korban tidak dapat diselamatkan.